Contoh modul pembelajaran | BLOG DOSEN

Contoh modul pembelajaran

mulyo 2012

MODUL 01 PSI107-Pengantar Filsafat

PENGERTIAN DAN PERENUNGAN KEFILSAFATAN

 Oleh : Drs. Mulyo Wiharto, MM, MHA

A.       Pendahuluan

Modul ini merupakan salah satu mata rantai yang tidak terpisahkan dari mata kuliah filsafat yang diajarkan di jurusan psikologi, seperti mata kuliah Filsafat Ilmu dan Logika serta filsafat manusia. Dalam modul ini diuraikan tentang pengertian filsafat dan kegiatan kefilsafatan yang tidak lain adalah perenungan kefilsafatan.

Pengertian filsafat dapat dilihat dari asal katanya, namun dari kata asal katanya yang singkat tersebut belum menggambarkan hakekat filsafat yang sesungguhnya. Pengertian filsafat yang diterangkan dalam literatur asing tidak secara gamblang menyebutkan apa yang dimaksud dengan filsafat tersebut. Menggunakan pendapat para ahli filsafat untuk memahami pengertian filsafat juga akan bermuara kepada berbagai pendapat yang bermacam ragam rumusannya. Pendapat Plato tentang pengertian filsafat berbeda dengan pendapat Aristoteles. Pendapat Pudjawijatna dengan pendapat Hamzah Ja’kub juga demikian.

Salah satu upaya untuk menjalsakan pengertian filsafat adalah dari kegiatan yang dilakukan para ahli filsafat yang disebut perenungan kefilsafatan. Perenungan kefilsafatan mempunyai tujuan tertentu dengan langkah-langkah tertentu pula. Ada 6 (enam) langkah yang biasanya dilakukan oleh para ahli filsafat dalam perenungan kefilsafatan. Langkah-langkah inilah yang akan diuraikan dalam modul ini.

Modul tentang pengertian dan perenungan kefilsafatan akan mengantarkan pembaca pada pengertian tentang filsafat secara sederhana. Pengertian ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk mendapatkan pemahaman yang memadai tentang hakekat filsafat.

Perenungan kefilsafatan akan melengkapi pemahaman tentang apa yang diperoleh dari kegiatan para ahli filsafat. Kegiatan ini dapat menjadi permulaan untuk memahami konsep-konsep filsafat yang perlu dipelajari dalam filsafat dasar, khususnya tentang metoda, cabang-cabang dan pemikiran-pemikiran filsafat.

B. Kompetensi Dasar

Mengetahui pengertian, serta hakekat, tujuan dan langkah-langkah perenungan kefilsafatan.

C. Kemampuan Akhir yang Diharapkan

  1. Mahasiswa  dapat menjelaskan pengertian filsafat menurut asal kata dan para ahli
  2. Mahasiswa dapat menguraikan tentang pengertian dan tujuan perenungan kefilsafatan
  3. Mahasiswa dapat menguraikan langkah-langkah perenungan kefilsafatan

 

D.  Kegiatan Belajar 1

 Pengertian Filsafat

1.  Uraian dan Contoh

Kita sering mendengar istilah filsafat. Ada yang mengartikan filsafat sebagai ilmu, ada pula yang mengartikan filsafat sebagai pandangan hidup. Tidak jarang, orang mengartikan filsafat sebagai kata-kata yang bernilai tinggi atau bahkan kata-kata yang membingungkan. Mana yang benar? Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan filsafat itu?

Untuk mengetahui makna atau hakekat filsafat kita dapat mencarinya dari asal kata filsafat itu sendiri. Filsafat berasal dari bentukan 2 (dua) buah kata, yakni philo dan sophia. Philo berati cinta dan sophia berarti kebijaksanaan. Menurut asal katanya, dengan demikian filsafat dapat diartikan sebagai cinta kebijaksanaan atau bentuk cinta kepada kebijaksanaan.

Seorang yang bijaksana adalah seorang yang sudah mengetahui hakekat segala sesuatu. Seorang yang bijaksana bukan hanya sekedar tahu tetapi sudah memahami apa yang diketahuinya tersebut. Seseorang yang telah memahami sesuatu akan mendapatkan kemudahan dalam menerapkan apa yang diketahuinya tersebut, juga dalam melakukan analisis, sintesis maupun evaluasi terhadap apa yang diketahui dan hal-hal yang berhubungan dengan hal-hal yang diketahuinya tersebut.

Pengetahuan yang diperoleh oleh seorang ahli filsafat adalah pengetahuan yang luhur sesuai dengan pendapat Plato (427 SM) yang menyatakan menyatakan bahwa filsafat adalah kegemaran dan kemauan untuk mendapatkan pengetahuan yang luhur. Pengetahuan yang didapatkan ahli filsafat dipandang bernilai tinggi dan agung sehingga mempunyai banyak penganut. Pengetahuan yang diperoleh ahli filsafat seringkali menjadi sebuah isme, bahkan dianggap suci layaknya ayat-ayat yang diturunkan dari Tuhan dan melahirkan sebuah agama.

Taoisme, misalnya, adalah contoh sebuah pengetahuan yang dianggap luhur, agung bahkan suci oleh para penganutnya. Taoisme adalah ajaran yang disampaikan oleh Lao Tse (550SM) sebagai sebuah ”jalan”  Tao adalah ”jalan alam’ bukan sekedar ”jalan manusia” Tao adalah kenyataan obyektif, substansi abadi yang bersifat tunggal, mutlak dan tidak ternamai. Janganlah seseorang bergulat melawan alam melainkan harus bekerja sama,  seperti air yang mengalir ke tempat yang lebih rendah, tidak melawan, namun dapat menghancurkan karang yang sangat kokoh.

Semua yang ada di jagat raya telah memiliki jalannya sendiri-sendiri. Manusia yang merupakan bagian mikrokosmis seyogyanya mengikuti jalan alam, tidak perlu mencampuri atau mengintervensi jalannya hukum alam. Sikap yang tidak mencampuri inilah yang disebut Wu Wei. Ajaran Tao bersifat metafisika dan puncaknya adalah kesadaran bahwa kita tidak tahu apa-apa tentang Tao yang dalam istilah lain disebut sebagai docta ignorantia (ketidaktahuan dalam berilmu)

Ajaran Tao dituangkan dalam buku Tao Te Ching (Book On The Way and The Virtue atau Cara Lama dan Kekuatannya) yang terdiri dari 81 pasal, 37 pasal berbicara tenang Tao dan 44 pasal berbicara tentang Te. Salah satu kutipan buku Tao Te Ching :

Pasal 1

Tao yang dapat dibicarakan, bukanlah Tao yang abadi

Nama yang dapat dilafalkan, bukanlah nama yang kekal

Kekosongan adalah awal langit dan bumi

Dialah ibu segala ciptaan

Bebaskan semua keinginan dan nafsu,

maka terbukalah misteri yang gaib itu

Dengan keinginan dan nafsu, hanya terlihat manifestasinya

Keduanya berasal dari sumber yang sama,

hanya namanya saja yang berbeda

Merupakan misteri yang gaib, misteri dalam misteri

Gerbang segala kegaiban

Taoisme yang digambarkan oleh Lao Tze berupaya mengungkapkan suatu kebenaran, oleh karenanya, Aristoteles (384 SM) mengartikan filsafat sebagai ilmu tentang kebenaran. Para ahli filsafat memang selalu berupaya mendapatkan kebenaran tentang segala sesuatu. Apa yang dilakukan oleh Sidharta Gautama tidak jauh berbeda dengan Lao Tze.

Sidharta Gautama adalah adalah putera raja Suddhodana yang selalu hidup dalam kemewahan dan kebahagiaan, namun di sudut hatinya selalu memikirkan hukum alam, bagaimana cara mengatasi hukum alam, dan masalah-masalah manusia. Dalam mencari kebenaran tas semuanya itu, Sidharta sampai kepada kesimpulan tentang ajaran Catvari Arya Satyani (Fourth Noble Truth atau empat kebenaran mulia). Ajaran Sidharta tentang empat kebenaran mulia dimaksud adalah :

a. Adanya penderitaan (Dukkha) terjadi pada semua orang. Kelahiran, sakit, usia tua dan kematian adalah penderitaan. Penderitaan tidak hanya bersifat fisik, melainkan juga mental. Kebahagiaan tidaklah kekal, karena ketika kebahagiaan dalam hidup meninggalkan kita maka penderitaan pasti muncul.

b.  Sebab penderitaan adalah nafsu atau kemelekatan. Orang hidup dalam lautan penderitaan karena tidak mengetahui karma, tidak peduli dan rakus mengejar kesenangan duniawi.

c.  Akhir penderitaan dilakukan dengan memutuskan nafsu, kebodohan, ketidakpedulian dan kerakusan sehingga semuanya hilang (nirvana atau nibbana).

d. Cara mengatasi penderitaan adalah dengan jalan tengah, jalan mulia berunsur delapan atau delapan jalan kebenaran. Delapan jalan kebenaran tersebut adalah pandangan yang benar, pikiran yang benar, perkataan yang benar, perbuatan yang benar, mata pencaharian yang benar, usaha yang benar, kesadaran yang benar dan konsentrasi yang benar

2.   Latihan

a.  Jawablah latihan soal di bawah ini sesuai petunjuk!

1) Apakah yang dimaksud dengan filsafat, menurut asal katanya?

2)  Apakah pendapat Plato tentang pengertian filsafat?

3) Terangkan salah satu pengetahuan yang luhur seperti yang dikemukakan Lao Tze!

4) Sebutkan contoh bahwa filsafat adalah ilmu tentang kebenaran, seperti yang disebutkan oleh Aristoteles?

b.  Petunjuk Latihan

Untuk menjawab latihan soal di atas silahkan membaca kegiatan belajar 1 tentang pengertian filsafat menurut asal katanya, menurut para ahli dan memahami delapan jalan kebenaran menurut Sidharta seperti diuraikan pada kegiatan belajar di atas.

3.        Rangkuman

Filsafat berasal dari kata Philosophia yang berasal dari bentukan kata Philo dan Sophia. Philo artinya cinta dan Sophia artinya kebijaksanaan. Jadi, Filsafat artinya cinta kebijaksanaan. Menurut Plato, Filsafat adalah kegemaran dan kemauan untuk mendapatkan pengetahuan yang luhur. Salah satu contoh pengetahuan yang  luhur adalah hasil pemikiran Lao Tze. Menurut Aristoteles, Filsafat adalah ilmu tentang kebenaran, contohnya kebenaran menurut Sidharta Gautama

4.        Tes Formatif

a.  Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar !

1)        Filsafat berasal dari paduan kata di bawah ini :

a. Philo dan sopya

b. Philo dan sophia

c. Philos dan sopya

d. Philos dan sophia

2)        Dari asal katanya, arti filsafat adalah :

a. Cinta kasih

b. Cinta kebenaran

c. Cinta kebijaksanaan

d. Cinta keindahan

3)        Plato menyatakan bahwa filsafat adalah :

a. Kegemaran dan kebenaran

b. Kegemaran dan kebahagiaan

c. Kegemaran dan kemauan

d. Kebenaran dan kesemestaan

4)        Menurut Plato, hasil berpikir filsafat adalah :

a. Pengalaman yang indah

b. Pengetahuan yang luhur

c. Hakekat kehidupan

d. Sebuah kebenaran

5)        Salah satu hasil filsafat yang dipandang tinggi dan mulia oleh penganutnya adalah :

a. Sinkritisme

b. Hedonisme

c. Taoisme

d. Konsumerisme

6)        Sidharta Gautama terkenal dengan ajaran tentang empat kebenaran mulia yang mengutarakan tentang :

a. Kebahagiaan

b. Penderitaan

c. Keindahan

d. Kesenangan

b. Kunci jawaban

Kunci jawaban tersedia di bagian akhir modul ini.

5.        Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Cocokkan jawaban di atas dengan kunci jawaban tes formatif 1 yang ada di bagian akhir modul ini. Ukurlah tingkat penguasaan materi kegiatan belajar 1 dengan rumus sebagai berikut :

 

Tingkat penguasaan = (Jumlah jawaban benar : 6 ) x 100 %

 

Arti tingkat penguasaan yang diperoleh adalah :

Baik sekali       =          90 – 100 %

Baik                 =          80 – 89 %

Cukup             =          70 – 79 %

Kurang            =          0 – 69 %

 

Bila tingkat penguasan mencapai 80 % ke atas, silahkan melanjutkan ke Kegiatan Belajar 2. Bagus. Namun bila tingkat penguasaan masih di bawah 80 % harus mengulangi Kegiatan Belajar 1 terutama pada bagian yang belum dikuasai.

 

E.       Kegiatan Belajar 2

 

Pengertian dan Tujuan Perenungan Kefilsafatan

 1.        Uraian dan Contoh

  •  text

 2.        Latihan

  •  text

 3.        Rangkuman

  •  text

 4.        Tes Formatif

  •  text 

5.        Umpan Balik dan Tindak Lanjut

  •  text

 

 

F.       Kegiatan Belajar 3

 

Langkah-langkah Perenungan Kefilsafatan

 1.        Uraian dan Contoh

  •  text

 2.        Latihan

  •  text

 3.        Rangkuman

  •  text

 4.        Tes Formatif

  •  text 

5.        Umpan Balik dan Tindak Lanjut

  •  text

 

 

G.       Kunci Jawaban

 

  1. Tes Formatif 1

 

1)        b

2)        c

3)        c

4)        b

5)        c

6)        b

 

  1. Tes Formatif 2

 

  • text

 

  1. Tes Formatif 3

 

  • text

 

 

H.       Daftar Pustaka

 

Kattsoff, Louis O., Pengantar Filsafat, (Yogyakarta : Penerbit Tiara Wacana, 1996)

Poedjawiyatna, IR., Pembimbing Ke Arah Alam Filsafat, (Jakarta : PT Pembangunan, 1983)

Wiharto, Mulyo, Filsafat Ilmu dan Logika, (Jakarta : UEU, 2004)

http://id.wikipedia.org/wiki/filsafat diakses tanggal 20 November 2012

http://id.wikipedia.org/wiki/filsafat timur diakses tanggal 20 November 2012

www.id.wikipedia.org/taoisme diakses tanggal 20 November 2012

www.id.wikipedia.org/budhisme diakses tanggal 20 November 2012

 

Template untuk membuat modul pembelajaran, silahkan didownload : Modul – Blanko template

 

 

Leave a Reply

UNIVERSITAS ESA UNGGUL JAKARTA